Assalammu'alaikum wr wb. . . . . . . . . Website ini adalah forum komunikasi dan ajang silaturahmi Keluarga Besar H. Idris Kartowirono. Sekaligus dapat kita manfaatkan sebagai sarana komunikasi , informasi dan segala sesuatu menyangkut kegiatan dan aktivitas seluruh anggota keluarga besar H. Idris dimanapun berada. Melalui pemanfaatan web ini , kita harapkan bersama akan dapat turut serta menciptakan keluarga besar bahagia yang luhur ilmu , gemah ripah, repeh, rapih , agamis dan harmonis.
Ini cerita dari seorang teman yang bertahun silam pergi ke Papua New Guinea untuk urusan bisnis. Ia ditemani oleh dua orang temannya dan tinggal di sebuah rumah di pedalaman. Rumah ini dirawat oleh seorang lokal, yang tugasnya hanya dua yakni merawat rumah dan memasak.
Semuanya oke-oke saja, kecuali satu hal: mereka punya satu botol anggur wine yang mahal yang disimpan di ruang makan, yang setiap harinya sepertinya terus berkurang padahal mereka tidak pernah meminumnya.
Anggur ini mahal dan mereka ingin menyimpannya untuk acara spesial. Yang mereka temukan adalah setiap hari jumlahnya sedikit demi sedikit berkurang. Mereka pun memutuskan untuk mengukur kekurangannya dengan membuat garis kecil pada botol, sehingga apabila memang berkurang lagi mereka bisa tahu dengan jelas.
Dan setelah membuat garis tersebut, mereka menemukan memang jumlah anggur dalam botol tersebut berkurang terus setiap hari, walau sedikit demi sedikit.Mereka tidak punya tertuduh lain lagi selain sang penunggu rumah lugu tersebut, sebab ketiganya memang jarang di rumah.
Suatu kali ketiganya pulang ke rumah dalam keadaan mabuk dan mereka merencanakan memberi pelajaran si penunggu rumah. Mereka mengambil botol anggur dan mengganti isinya dengan air seni mereka. Setelah itu mereka letakan kembali seperti biasa. Dan yang mereka temukan, setiap hari jumlah air seni ini pun berkurang seperti halnya anggur.
Suatu hari mereka tidak tega lagi membayangkan bahwa si penunggu rumah yang baik hati ini sampai meneguk air seni mereka. Mereka memutuskan untuk memanggil si penunggu rumah dan menanyakan perihal anggur.
Dan dengan gaya yang tidak menuduh langsung, mereka mengatakan bahwa mereka perhatikan persediaan anggur mereka di satu-satunya botol di rumah itu selalu menipis, dan pasti ada seorang di rumah ini yang meminumnya!
Serta merta si penunggu rumah polos ini menyahut : "No , Not me, Boss ! Selama ini saya hanya selalu pakai untuk keperluan memasak untuk para Boss , agar masakan Boss jadi lebih nikmat . . . !"
Moral kisah : Kalau bisa bertanya, kenapa berasumsi? Kalau bisa sederhana, kenapa dibuat rumit? Kadang kita justru mendapatkan akibat dari perbuatan kita sendiri, yang sebenarnya tidak perlu.
Adakah kisah ini terjadi pada kehidupan anda ? Pada perusahaan anda ? Atau bahkan pada Boss anda ?
Wallahu alam . . . .
Seorang kolumnis majalah Al Manar - Mesir mengisahkannya. ..
Musim panas merupakan ujian yang cukup berat.
Terutama bagi muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya.
Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan akhlak. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa dijaga.
Jilbab bisa sebagai multi fungsi. Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, Cairo-Alexandria; di sebuah mikrobus.
Ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat.
Karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar.
Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundangperhatian kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial. Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan. Bahwa pakaian seperti itu bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya. Disamping pakaian seperti itu juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan.
Tahukah Anda apa respon perempuan muda tersebut?
Dengan ketersinggungan yang sangat ia mengekspresikan kemarahannya. Karena merasa privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang.
"Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!!
Sebuah respon yang sangat frontal.
Dan sang bapak pun hanya beristighfar.
Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.
Detik-detik berikutnya suasanapun hening. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpinya. Tak terkecuali perempuan muda itu.
Hingga sampailah perjalanan dipenghujung tujuan. Di terminal akhir mikrobus Alexandria - Mesir.
Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun. Tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tertidur. Ia berada didekat pintu keluar.
"Bangunkan saja!" begitu kira-kira permintaan para penumpang.
Tahukah apa yang terjadi. Perempuan muda tersebut benar-benar tak bangun lagi. Ia menemui ajalnya. Dan seisi mikrobus tersebut terus beristighfar, menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk disampingnya.
Sebuah akhir yang menakutkan. Mati dalam keadaan menantang Tuhan.
Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya.... Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat... Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang buruk... Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah...
Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya.
Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat denganNYA semakin dekat .
Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar... mumpung kesempatan itu masih ada...
Orang Jepang memelihara pohon yang lazim disebut Bonsai, pohon ini indah dan dibentuk dengan sempurna walaupun tingginya hanya dalam hitungan sentimeter.
Di California ditemukan pohon raksasa hutan yang bernama Sequoia.Salah satu pohon raksasa ini diberi nama Jenderal Sherman dengan ketinggian mencapai 90 meter seakan menembus langit dan lingkar batang hingga 26 meter.
Pohon raksasa ini begitu hebat sehingga jika ditebang akan menghasilkan kayu bangunan yang cukup untuk membuat 35 buah rumah dengan lima kamar.
Pada saat berbentuk biji Bonsai dan Jenderal Sherman berukuran sama kecil,masing2 beratnya kurang dari satu milligram. Setelah keduanya dewasa terjadi perbedaan ukuran yang luar biasa dan kelihatan seperti peristiwa yang sederhana saja, tetapi kisah dibalik perbedaan ukuran itu mengandung pelajaran dalam kehidupan manusia.
Ketika pohon Bonsai mulai menyembulkan tunasnya di muka bumi, orang Jepang mencabutnya dari tanah dan mengikat pokok akar dan sebagian cabang akarnya dengan demikian secara sengaja menghambat pertumbuhannya.
Hasilnya adalah sebatang pohon mini yang indah tetapi tetaplah mini.
Biji Jenderal Sherman jatuh ke tanah California yang subur dan mendapat gizi dari mineral, air hujan dan sinar matahari, hasilnya adalah sebuah pohon raksasa.
Baik Bonsai maupun Jenderal Sherman tidak punya pilihan dalam menentukan nasibnya.
Tidak demikian dengan anda, anda punya hak untuk menentukan nasib, anda bisa jadi besar atau jadi kecil sebagaimana yang anda kehendaki.
Anda bisa jadi Bonsai atau Jenderal Sherman. Citra diri anda dan cara anda memandang diri sendiri akan menentukan akan menjadi apa anda kelak, untuk itu anda punya pilihan.
Ada 3 kaleng coca cola, ketiga kaleng tersebut diproduksi di pabrik yang sama.
Ketika tiba harinya, sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel datang ke pabrik, mengangkut kaleng-kaleng coca cola dan menuju ke tempat yang berbeda untuk pendistribusian.
Pemberhentian pertama adalah supermaket lokal.
Kaleng coca cola pertama diturunkan disini.
Kaleng itu dipajang di rak bersama dengan kaleng coca cola lainnya dan diberi harga Rp. 4.000.
Pemberhentian kedua adalah pusat perbelanjaan besar.
Di sana , kaleng kedua diturunkan.
Kaleng tersebut ditempatkan di dalam kulkas supaya dingin dan dijual dengan harga Rp. 7.500.
Pemberhentian terakhir adalah hotel bintang 5 yang sangat mewah.
Kaleng coca cola ketiga diturunkan di sana .
Kaleng ini tidak ditempatkan di rak atau di dalam kulkas.
Kaleng ini hanya akan dikeluarkan jika ada pesanan dari pelanggan.
Dan ketika ada yang pesan, kaleng ini dikeluarkan besama dengan gelas kristal berisi batu es. Semua disajikan di atas baki dan pelayan hotel akan membuka kaleng coca cola itu, menuangkannya ke dalam gelas dan dengan sopan menyajikannya ke pelanggan. Harganya Rp. 25.000.
Sekarang, pertanyaannya adalah :
Mengapa ketiga kaleng coca cola tersebut memiliki harga yang berbeda padahal diproduksi dari pabrik yang sama, diantar dengan truk yang sama dan bahkan mereka memiliki rasa yang sama ?
Lingkungan Anda mencerminkan harga Anda. Lingkungan berbicara tentang RELATIONSHIP. Apabila Anda berada dilingkungan yang bisa mengeluarkan terbaik dari diri Anda, maka Anda akan menjadi cemerlang.
Tapi bila Anda berada dilingkungan yang meng-kerdil- kan diri Anda, maka Anda akan menjadi kerdil.
(Orang yang sama, bakat yang sama, kemampuan yang > sama) + lingkungan yang berbeda = NILAI YANG BERBEDA..
Nah , Bagimana dengan lingkungan anda ? Yang membuat cemerlang atau malah membuat kerdil ?
create and inspire at Coffee shop of The Hills - Bukittinggi , Friday Nov,19
Dari kecil saya senang mendengar cerita. Baik lisan maupun tertulis. Dan cerita ini pula sering menjadi bahan ilustrasi saya jika sedang kebagian tugas mengajar dikantor. Tidak tahu kenapa, buat saya selalu saja ada hikmah dari cerita yang saya dengar. Berikut salah satu cerita yang ingin saya share:
Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani miskin yang hidup dengan seorang putera nya. Mereka hanya memiliki seekor kuda kurus yang sehari-hari membantu mereka menggarap ladang mereka yang tidak seberapa. Pada suatu hari, kuda pak tani satu2 nya tersebut menghilang, lari begitu saja dari kandang menuju hutan.
Orang-orang di kampung yang mendengar berita itu
berkata: "Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu!".
Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …"
Keesokan hari nya, ternyata kuda pak Tani kembali ke kandangnya, dengan membawa 100 kuda liar dari hutan. Segera ladang pak Tani yang tidak seberapa luas dipenuhi oleh 100 ekor kuda jantan yang gagah perkasa.
Orang2 dari kampung berbondong datang dan segera mengerumuni "koleksi" kuda2 yang berharga mahal tersebut dengan kagum. Pedagang2 kuda segera menawar kuda2 tersebut dengan harga tinggi, untuk dijinakkan dan dijual. Pak Tani pun menerima uang dalam jumlah banyak, dan hanya menyisakan 1 kuda liar untuk berkebun membantu kuda tua nya.
Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu
berkata: "Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!".
Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …"
Keesokan hari nya, anak pak Tani pun dengan penuh semangat berusaha menjinakan kuda baru nya. Namun, ternyata kuda tersebut terlalu kuat, sehingga pemuda itu jatuh dan patah kaki nya.
Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu
berkata: "Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu!".
Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …"
Pemuda itupun terbaring dengan kaki terbalut untuk menyembuhkan patah kaki nya. Perlu waktu lama hingga tulang nya yang patah akan baik kembali. Keesokan hari nya, datanglah Panglima Perang Raja ke desa itu. Dan memerintahkan seluruh pemuda untuk bergabung menjadi pasukan raja untuk bertempur melawan musuh di tempat yang jauh. Seluruh pemuda pun wajib bergabung, kecuali yang sakit dan cacat. Anak pak Tani pun tidak harus berperang karena dia cacat.
Orang-orang di kampung berurai air mata melepas putra-putra nya bertempur, dan berkata: "Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!".
Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu …"
Kisah di atas, mengungkapkan suatu sikap yang sering disebut: non-judgement.
Sebagai manusia, kita memiliki keterbatasan untuk memahami rangkaian kejadian yang diskenariokan oleh Allah SWT Sang Maha Sutradara. Apa2 yang kita sebut hari ini sebagai "kesialan", barangkali di masa depan baru ketahuan adalah jalan menuju "keberuntungan".
Maka orang2 seperti Pak Tani di atas, berhenti untuk "menghakimi" kejadian dengan label2 "beruntung", "sial", " ngga hoki " dan sebagainya.
Karena, siapalah kita ini menghakimi kejadian yang kita sunguh tidak tahu bagaimana hasil akhirnya nanti. Seorang karyawan yang dipecat perusahaan nya, bisa jadi bukan suatu "kesialan", manakala ternyata status job-less nya telah memecut dan membuka jalan bagi diri nya untuk menjadi boss besar di perusahaan lain.
Maka berhentilah menghakimi apa yang terjadi hari ini, kejadian –kejadian konflik keluarga , kehilangan orang yang kita sayangi , PHK , Paket Hengkang , Mutasi tugas dan apapun namanya . . . . karena .. sungguh kita tidak tahu hikmah apa yang terjadi kemudian dibalik peristiwa itu (di).
Jaksa & Polisi: Saya tuh Berdosa Karena Kamu, Sih!
Membaca koran, menonton TV, mendengar “pembelaan diri” khususnya dari pihak Kejaksaan, pihak Kepolisian, serta pihak Penegak Hukum lainnya, benar-benar akan membuat kita sedih. Paling tidak, saya pribadilah yang sedih. Mengapa?
Pertama, saat ini manusia Indonesia yang bernama Gayus, sepertinya adalah penyebab kerusakan moral dan kebobrokan spiritual yang terjadi di dunia Hukum Indonesia. Gayus ini Bejat, Gayus itu Bangsat, Gayus memang Bajingan, Gayus si Bulus, Gayus tuh Anjing, Gayus itu Maling, Gayus Manusia Sampah dsb, dsb dan dsb…
Hmmm… Benarkah demikian? Hati-hatilah… Satu jari menuduh ke orang lain, tiga jari menunjuk ke dalam diri dan si jempol menjadi saksi perbuatan ini, bukan?
Cepat sekali orang membela dirinya! Mudah sekali orang menghujat, memaki, mengutuk dan menilai… (sayapun masih sering demikian he he)
Kedua, bagaimana bisa para penegak hukum kita, khususnya kasus sekitar Gayus (artinya tidak semua orang ya…) mempunyai Mindset bahwa “Saya tuh Berdosa Karena Kamu, Sih”.
Saya jadi ikut tergoda deh. Saya bisa jadi begini, karena ditawari “rejeki” sih. Saya tuh jujur, bisa lupa diri karena diajak Gayus. Singkatnya, kalo saya masuk neraka itu bukan karena kesalahan saya, lho. Itu, salahnya Setan yang menggoda saya. Lha, setan itu ciptaan Tuhan, berarti akhirnya Tuhan yang salah, dong?
Tujuan tulisan ini, hanya untuk bercermin diri. Minimal untuk saya sendiri. Saya tidak kenal siapa itu Cirrus Sinaga, siapa itu Gayus, siapa itu Kompor eh Kompol he he he…
Saya hanya ingin berkaca saja. Apakah saya adalah seorang yang…
Bertanggungjawab atas Pilihan Diri Sendiri
Atau saya masuk kelompok orang yang senang dengan kata “seandainya”. Contoh: Seandainya, kamu tidak menyogok saya, maka saya tidak akan dipecat. Seandainya saya tidak dipaksa oleh atasan, saya tidak akan terseret ke pengadilan.
Setuju sekali bahwa kita berada di dalam sebuah situasi, sebuah sistem, sebuah komunitas, sebuah Korps yang harus dibela. Namun, ingat. Untuk dibela dengan Benar, bukan dibela karena Kejahatan, karena Kebodohan, karena Persekongkolan atau istilahnya Mafioso.
Berat? Ya, memang.
Hidup ini hanya pilihan, demi pilihan hidup saja, bukan? Saat, kita bisa memilih yang mana yang benar dan menolak mana yang salah, maka hidup kita akan terus melaju ke depan. Sederhana sekali.
Namun, bukan berarti manusia tidak bisa salah pilih. Bisa saja. Lalu? Ya, bertanggungjawab saja atas kesalahan yang diperbuat. Setelah itu, perbaiki dan teruslah melangkah maju lagi…
Di tahun 2012, Tuhan memanggil PresidenAS, Cina, dan Indonesia untuk menyampaikan bahwa Ia memutuskan dalam tiga hari dunia akan kiamat.
Tiga pemimpin ini disuruh kembali ke negaranya untuk menyampaikan kepada rakyat mereka masing-masing.
Akhirnya ketiga pemimpin ini pulang ke negara masing-masing sambil putar otak bagaimana caranya menyampaikan kabar ini kepada rakyatnya agar tidak panik.
Di depan Kongres Amerika dan disiarkan langsung di TV CNN , Presiden Obama berpidato,
“Ladies and gentlemen, ada kabar baik dan ada kabar buruk. Pertama kabar baik dulu. Tuhan itu benar-benar ada, seperti yang kita yakini. Kabar buruk: Tuhan akan memusnahkan dunia ini dalam tiga hari.”
Hasilnya, terjadi kerusuhan dan penjarahan di mana-mana.
Di Cina, Presiden Cina Hu Jianto , berpidato didepan Kongres:
“Kamerad, ada kabar baik dan ada kabar buruk. Pertama kabar baik dulu. Ternyata Marx, Stalin, Ketua Mao, dan para pendahulu kita salah. Tuhan itu benar-benar ada. Kabar buruk: Tiga hari lagi Tuhan akan mengkiamatkan dunia ini.”
Hasilnya lumayan, orang-orang Cina lari menangis ketakutan dan membanjiri tempat ibadah untuk bertobat.
Di Indonesia, di depan sidang paripurna DPR yang dipimpin oleh ketua komisi III dan disiarkan langsung oleh TV One, MetroTV, dll. Presiden berpidato:
“Saudara sebangsa dan setanah air, saya membawa dua kabar baik. Kabar baik pertama: Sila pertama Pancasila kita sudah benar, bahwa Tuhan itu benar-benar ada.
Kabar baik kedua: Dalam tiga hari ini semua masalah Bank Century, Lumpur LAPINDO , Macetnya Jakarta , PLN mati lampu , Ujian Nasional, Mafia Pajak GAYUS , Bencana Meletus nya Merapi, kesulitan pangan, penderitaan, kemiskinan, terorisme, korupsi, dan segala macam kriminalisasi di Indonesia akan segera berakhir.”(Kiamat)
Hasilnya sukses besar. Seluruh rakyat dan mahasiswa larut dalam pesta dangdut dan tumpengan di mana-mana.
Beberapa hari yang lalu Mang Engkoy bersama Mang Kunung menengok kerabat di Muntilan yang terkena dampak letusan Gunung Merapi , alhamdulilah mereka baik - baik saja & sehat wal afiat , berikut beberapa photo hasil liputannya
Keindahan dibalik kengerian bencana yang terjadi
Ngga mau kalah sama Barack Obama , asyik menikmati Bakso . . . .
Dimana nih ? Masuk zona 20 Km apa belum ?
Alhamdulilah mereka selamat . . . .
Sang andalan penembus Merapi . . . .
Mang Engkoy dan Mang Kunung ( tengah ) bersama keluarga di Muntilan
Aa_online : Assalamualaikum … Djodi Ismanto : Waalaikumsalaam … Djodi Ismanto : Aa .. lama gak online nih, … kemana aja ? Aa_online : Ah … Aa mah disini aja, Kang Djodi kumaha damang ? Aa dengar sekarang tugas di Medan ya ?
Djodi Ismanto : Sumuhun A, sekarang udah lebih 10 tahun di Mitsubishi - Medan , kumaha bulan madu? Aa_online : Ah, eta deuy, eta deuy … hehehe …
Djodi Ismanto : Sori A, habis kaget nih Aa nikah lagi
Aa_online : Aduh kenapa atuh musti kaget sagala. Kan berpoligami teh diijinkan Allah. Djodi Ismanto : Diijinkan lho A, bukan diwajibkan Aa_online : Betul. Hukumnya sunnah.
Djodi Ismanto : Kenapa sih Aa, nikah lagi? Aa_online : Aduuh ini lagi pertanyaannya … Kumaha nya ngajawabnya?
Djodi Ismanto : Apa ada yang kurang dari Teteh?
Aa_online : Wah, insya Allah bukan karena itu, Teteh itu wanita yang sangat luar biasa. Djodi Ismanto : Ya sok udah lah A , Saya cuma mau sedikit ngobrol sekaligus mau Silaturahmi . . . dengan Aa nih
Aa_online : Nah , bagus begitu Kang Djodi , Silaturahmi merupakan salah satu perwujudan hubungan kepada sesama manusia , dengan silaturahmi kita tetap menjalin hubungan baik dengan siapapun dengan tidak mengenal agama dan suku , apalagi kalau kita se agama atau satu keluarga besar , nah silaturahmi itu hukumnya wajib , betul . . .tidak ?
Djodi Ismanto : Jadi A , Silaturahmi itu berarti perbuatan mulia dong karena dengan melakuan itu kita akan menjalin persaudaraan , memudahkan serta membuat orang lain senang bersahabat sesuai dengan nilai nilai ketimuran kita
Aa_online : Nuhun , betul sekali itu , jadi ngga usah setengah - setengah dalam melakukan ikatan tali persaudaraan dengan rekan sekerja , dengan tetangga sekomplek , juga dengan teman – teman lama atau teman sekolah kita . . .apalagi dengan saudara. . . .
Ah. Aa jadi ingat acara silaturahmi Keluarga Besar di Cilangkap bulan lalu . . . . .Kang Djodi heunteu hadir ya ?
Djodi Ismanto : Iya A , waktu pulang mudik Lebaran cutinya cuma sebentar jadi ngga bisa ikut acara Halal Bi Halal Keluarga Besar di Cilangkap . . . . kok Aa bisa tahu sih. . . .
Aa_online : Ya pasti lah Aa tahu , kan Aa lihat . . . naon eta . . . . di website na neng Dinda semua kegiatan Kang Djodi he he he
Dan Aa lihat itu photo pernikahan dan lamaran sepupunya Kang Djodi , Neng Lia jeung Kang Chicco di Balai Sarbini . . . . . . .wah jageur pisan ya gambarnya . . . . . . .betul . . tidak . . . .?
Djodi Ismanto : Lho ? kok Aa tahu dari mana ?
Aa online : Ah , kumaha atuh , kan Kang Djodi yang ngasih tahu Aa , kalau ada website Keluarga Besar Alm. H. Idris.
Aa jadi bisa lihat photo Kang Djodi dan saudara lain waktu kecil dulu , saat itu mah Aa belum ngetop seperti sekarang , Aa lihat photo Mas Bambang , Kang Apong , Teh Tanti dan banyak lagi . . . . . . .
Djodi Ismanto :: Wah mereka sudah sukses semuanya A , Kang Ardi kakak kakaknya Kang Apong sekarang tinggal di Bogor dulu waktu di Jakarta Kang Ardi dan Mang Bubun kerjanya dulu di Juanda dekat dengan kantor saya . , Kalau Neng Lia putri Mang Kunung sekarang sekolah lagi di Australia . . . .
Aa online : Alhamdulilah , Aa senang dengar beritanya , sukses ya mereka semuanya , salam ya sama mereka , tolong bejakeun ka Neng Lia , kalau ada , tolong bawakan anak kangguru buat Aa ya he he he.
Ngomong – ngomong , Kang Djodi tahu kabar mereka dari siapa ?
Djodi Ismanto :: Sekarang kan ada facebook jeung website A , jadi semua info serta kegiatan dan photo saudara – saudara bisa kita ketahui dari internet dengan tidak mengenal tempat dan jarak lagi. Jadi sekarang ngga adal alasan untuk tidak silaturahmi dan komunikasi A . . . . .
Aa online : Syukurlah sekarang teknologi mah makin canggih ya , silaturahmi aja sekarang bisa make naon eta . . . . website jeung Fesbuk gitu ?
Djodi Ismanto :: Betul Aa , di website itu isinya lengkap tentang aktivitas keluarga , photo - photo yang juga artikel yang memotivasi dan inspiratif .
Aa online :Makanya Aa pesan ya agar jaga juga silaturahmi dengan semua keluarga , silaturahmi kan juga cara untuk memperpanjang umur , apalagi mah sekarang kan teknologi udah canggih . . . . .betul . . .tidak ?
Aa dengar – dengar katanya ada wakil keluarga mau nengok kerabat di Muntilan ya ?
Djodi Ismanto : Betul A , kemarin info dari Mang Kunung , katanya oom saya , Mang Engkoy mau menengok kerabat di Muntilan yang terkena dampak letusam Gunung Merapi , kabarnya sih mereka aman – aman saja , malah mereka bantu menampung pengungsi disana. . . . .
Aa_online : Syukurlah kalau begitu . . . .itu kan salah satu amal ibadah kita membantu orang lain yang sedang tertimpa musibah . . . . . .betul . . . .tidak ?
Insya Allah segala rencana ke Muntilan jika diatur secara rapi Aa yakin pelaksanaannya akan lancar. Eh , Kang Djodi kabarnya anak – anak di Medan kumaha , lama Aa ngga dengar beritanya.
Djodi Ismanto : Alhamdulilah A., Kabar anak – anak dan keluarganya juga baik dan sehat, saya tetap jaga silaturahmi terus A , kebetulan di Medan juga betah soalnya kan juga ada Paguyuban Wargi Sunda disini.
Aa_online : Alhamdulilah , salam ya sama seluruh keluarganya , Aa juga mohon maaf belum sempat main ke Medan nih . . . . .
.
Djodi Ismanto : Ngomong – ngomong Aa Gym sekarang ada di Darut Tauhid – Bandung kan ?.
Aa_online : Ah , kumaha atuh , ini teh bukan Aa Gym , Kang Djodi salah . . . ini bukan chatting dengan Aa Gym . . . . . . abdi mah Aa Bin . . . . .. ini Achmad Robini , saudara Kang Djodi yang tinggal di Cilangkap , kita kan dulu sama – sama dengan Iman , Bambang , Ardi , Budi dll sering petik rambutan di depan rumah di Cilangkap . . . . . .
Djodi Ismanto : Euleuh – euleuh kumaha yeuh , saya kira dari tadi mah saya chatingan dengan Aa Gym yang dari Bandung . . . . . .jadi ini Aa Bin dari Cilangkap itu yang sering dipanggil Bibin itu he he he . . . . . ?
Pantas dari tadi saya heran , kok Aa kenal semua dengan saudara – saudara . . . . . . .wah sorry ya Aa Bin dengan soal ” tetehnya ” tadi.
Aa Bin : Udahlah Kang Djodi , jangan dipermasalahkan ,tadinya Aa juga kaget soalnya dirumah ” tetehnya ” kan cuma hiji . . . . .
Nah yang penting kan Kang Djodi makin ngerti apa itu silaturahmi , dan Aa Bin juga senang kok dengar kabar baik dari saudara – saudara kita . . . . . Kang Djodi saya pamit dulu ya mau ada perlu nih.
Djodi Ismanto :Ya udah ya Aa Bin , hatur nuhun atuh atas penjelasannya tentang silaturahmiya.
Aa Bin : Salam ya sama semua saudara – saudara . . . Wassalammu’alaikum. create in Nanggroe Aceh Darussalam , Thursday , Nov.11
Yakinilah Allah itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Namun terkadang Dia memberi bencana agar manusia ambil sebagai pelajaran. Semoga kita hambanya bisa mengerti apa yang ditetapkanNya itulah yg terbaik buat kita.
"Demi Allah yang jiwaku ditanganNya, tidaklah Allah menetapkan suatu ketetapan bagi seseorang mukmin, melainkan hal itu baik baginya.." (HR muslim)
Berserahdiri bukanlah berarti mengabaikan usaha. Usaha atau ikhtiar harus dilakukan. Gantung jiwa kita pada Arasy Allah sementara kaki kita menapak bumi.
Jikalau musibah itu datang anggap adalah sebuah pelajaran dan polesan kelembutan buat hati kita. Kalau setiap polesan ( musibah) itu selalu dianggap penyiksaan, lalu bagaimana caranya membuat hati kita agar bersinar. Berbaiksangkalah padaNya.
Tiada pilihan lain bagi manusia yang berakal selalu meyakini ketetapanNya. Kejadian yang menurut mata kita indah, belum tentu baik menurut Allah begitu juga sebaliknya bukan?
Pandangan yang memusatkan hanya pada tahi lalat di muka seseorang akan nampak buruk, tapi pandanglah secara keseluruhan wajah itu, terlihat tahi lalat itu mempercantiknya
Yakinilah Allah itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Seorang pemain profesional bertanding dalam sebuah turnamen golf.
Ia baru saja membuat pukulan yang bagus sekali yang jatuh di dekat lapangan hijau ( green area ).
Ketika ia berjalan di fairway, ia mendapati bolanya masuk ke dalam sebuah kantong kertas pembungkus makanan yang mungkin dibuang sembarangan oleh salah seorang penonton.
Bagaimana ia bisa memukul bola itu dengan baik? Sesuai dengan peraturan turnamen, jika ia mengeluarkan bola dari kantong kertas itu, ia terkena pukulan hukuman.
Tetapi kalau ia memukul bola bersama-sama dengan kantong kertas itu, ia tidak akan bisa memukul dengan baik. Salah-salah, ia mendapatkan skor yang lebih buruk lagi. Apa yang harus dilakukannya?
Banyak pemain mengalami hal serupa. Hampir seluruhnya memilih untuk mengeluarkan bola dari kantong kertas itu dan menerima hukuman. Setelah itu mereka bekerja keras sampai ke akhir turnamen untuk menutup hukuman tadi.
Hanya sedikit, bahkan mungkin hampir tidak ada, pemain yang memukul bola bersama kantong kertas itu. Resikonya terlalu besar.
Namun, pemain profesional kita kali ini tidak memilih satu di antara dua kemungkinan itu.
Tiba-tiba ia merogoh sesuatu dari saku celananya dan mengeluarkan sekotak korek api. Lalu ia menyalakan satu batang korek api dan membakar kantong kertas itu. Ketika kantong kertas itu habis terbakar, ia memilih tongkat yang tepat, membidik sejenak, mengayunkan tongkat, wus, bola terpukul dan jatuh persis di dekat lobang di lapangan hijau.
Bravo! Dia tidak terkena hukuman dan tetap bisa mempertahankan posisinya.
Ada orang yang menganggap kesulitan sebagai hukuman, dan memilih untuk menerima hukuman itu. Ada yang mengambil resiko untuk melakukan kesalahan bersama kesulitan itu. Namun, sedikit sekali yang bisa berpikir kreatif untuk menghilangkan kesulitan itu dan menggapai kemenangan.