"Ibarat harapan seorang penggali sumur, jika galiannya belum mengeluarkan air, maka dia akan terus berusaha memperdalam galian sampai akhirnya mengeluarkan air. Begitupun kita dalam beribadah dan berdo`a. Jika kita belum merasakan nikmat atau manisnya beribadah dan doa belum dikabulkan, teruslah berusaha jangan pernah berputus asa, mungkin masih terhalang oleh dosa-dosa yang kita perbuat. Berkaitan dengan putus asa, Alloh berfirman : "..Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir." (QS. Yusuf : 87) Untuk itu, optimislah dalam berdoa dan beribadah, jauhilah rasa putus asa. Semoga Alloh SWT menjadikan kita hambanya yang kuat. Amin Wassalamualaikum !
Myspace tweaks at TweakYourPage.com

Album Anggota Keluarga

Hidup Ini Pilihan

Jumat, 10 Desember 2010

Doa Hari Jum'at

Klik photo  untuk  memperbesar


Ya Allah ambillah kesombonganku dariku.
Allah  berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya."

Ya Allah sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.
Allah berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."

Ya Allah beri aku kesabaran.
Allah berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri."

Ya Allah beri aku kebahagiaan.
Allah berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri."

Ya Allah jauhkan aku dari kesusahan.
Allah berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada-Ku."

Ya Allah beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.
Allah berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."

Ya Allah bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.
Allah berkata... "Ahhhh, akhirnya kau mengerti !"

Kadangkala kita berpikir bahwa Allah tidak adil, kita telah susah payah memanjatkan doa, meminta dan berusaha, pagi - siang - malam, tapi tak ada hasilnya.

Kita mengharapkan diberi pekerjaan, puluhan - bahkan ratusan lamaran telah kita kirimkan tak ada jawaban sama sekali.

Kita sudah bekerja keras dalam pekerjaan mengharapkan jabatan, tapi justru orang lain yang mendapatkannya --- tanpa susah payah.

Kita mengharapkan diberi pasangan hidup yang baik dan sesuai, berakhir dengan penolakan dan kegagalan, orang lain dengan mudah berganti pasangan.
Kita menginginkan harta yang berkecukupan, namun kebutuhan terus meningkat.

Coba kita bayangkan diri kita seperti anak kecil yang sedang demam dan pilek, lalu kita melihat tukang es. Kita yang sedang panas badannya merasa haus dan merasa dengan minum es dapat mengobati rasa demam (maklum anak kecil). Lalu kita meminta pada orang tua kita (seperti kita berdoa memohon pada  Allah) dan merengek agar dibelikan es.

Orangtua kita tentu lebih tahu kalau es dapat memperparah penyakit kita. Tentu dengan segala dalih kita tidak dibelikan es.
Orangtua kita tentu ingin kita sembuh dulu baru boleh minum es yang lezat itu.

Begitu pula dengan Allah, segala yang kita minta  Allah tahu apa yang paling baik bagi kita. Mungkin tidak sekarang, atau tidak di dunia ini  Allah mengabulkannya.

Karena Allah tahu yang terbaik yang kita tidak tahu.
Kita sembuhkan dulu diri kita sendiri dari "pilek" dan "demam".... dan terus berdoa.


Rabu, 08 Desember 2010

Truck Yang Terjepit


Sebuah truk yang besar Mitsubishi Fuso Tronton bergerak melewati jalan di bawah rel kereta api di  Matraman raya tepat  dibawah  jalan kereta  api  menuju  lapangan  Urip Sumoharjo  didaerah  Jatinegara - Jakarta Timur

Truk itu terjepit diantara jalan dan beton penyangga rel kereta api di atas.

Semua usaha para ahli untuk membebaskannya tidak berhasil sehingga lalu lintas sama sekali macet.

Seorang anak kecil berulang kali mencoba menarik perhatian mandor yang bekerja di situ, tetapi selalu dikesampingkan.

Akhirnya dengan sangat gusar, mandor itu berkata,
"Saya kira engkau datang untuk mengatakan kepada kami bagaimana caranya menyelesaikan pekerjaan ini?"

"Ya," kata anak itu.
"Coba kempeskan sedikit ban truk itu." lanjut sang anak . . . . .

Dalam pikiran orang awam terdapat banyak kemungkinan.
Dalam pikiran orang ahli hanya ada beberapa saja.

Senin, 06 Desember 2010

Selamat Tahun Baru 1 Muharam 1432 H


Sekedar mengingatkan, hari ini adalah hari terakhir kita hidup di tahun 1431 Hijriyah. Dan esok hari kita melangkah di tahun baru. Semoga kita bisa banyak mengambil hikmah dari perjalanan hijrah itu.

Hijrah dari yang tidak bergerak menuju ke yang bergerak, dari yang tak hidup menjadi hidup. Dari yang tak berarti menjadi berarti.

Tak perlu pawai keliling kota untuk memperingati Tahun Baru Islam. Apalagi sampai tiup-tiup terompet sagala,itu  gak penting. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa sadar bahwa Tahun Baru Islam itu memang ada dan masih ada.
Bukan sekedar sejarah masa lalu. Tapi betul2 nyata hingga hari ini dan nanti. Kemudian mengambil sedikit waktu untuk merenung: "tentang pribadi kita, sudahkah berarti buat siapa saja"...

Saya merenung, anda merenung, kita merenung, dan pemimpin kitapun turut merenung. Merenung, bukan termenung !

Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1432 H

Semoga Kita mampu menjadi lebih baik dari hari sebelumnya. Dan satu hal yang pasti, bahwa kita semakin tak muda lagi....


Sabtu, 04 Desember 2010

1 Tamparan Untuk 3 Pertanyaan



Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, kembali ke tanah air.
Sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama, kiyai atau siapa saja yang bisa menjawab pertanyaannya.
Akhirnya orang tua pemuda itu mendapatkan orang tersebut, seorang kiyai.

Pemuda : Anda siapa Dan apakah bisa menjawab pertanyaan-pertanya an saya ?
Kiyai
: Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan anda.
Pemuda
: Anda yakin? Sedangkan Profesor dan banyak orang yang pintar tidak mampu menjawab pertanyaan saya.
Kiyai
: Saya akan mencoba sejauh kemampuan saya.
Pemuda
: Saya ada 3 pertanyaan:
1.Kalau memang Tuhan itu ada,tunjukan wujud Tuhan kepada saya
2.Apakah yang dinamakan takdir?
3.Kalau syaitan diciptakan dari api kenapa dimasukan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan. Sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu ?

Tiba-tiba kyai tersebut menampar pipi pemuda tadi dengan keras.
Pemuda : (sambil menahan sakit) Kenapa anda marah kepada saya?
Kiyai
: Saya tidak marah…Tamparan itu adalah jawaban saya atas 3 perrtanyaan yang anda ajukan kepada saya.
Pemuda
: Saya sungguh-sungguh tidak mengerti.
Kiyai
: Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda
: Tentu saja saya merasakan sakit.
Kiyai
: Jadi anda percaya bahwa sakit itu ada?
Pemuda
: Ya!
Kiyai :
Tunjukan pada saya wujud sakit itu.
Pemuda
: Saya tidak bisa.
Kiyai
: Itulah jawaban pertanyaan pertama…kita semua merasakan kewujudan Tuhan tanpa mampu melihat wujudnya.
Kiyai
: Apakah tadi malam anda bermimpi akan ditampar oleh saya?
Pemuda
: Tidak
Kiyai
: Apakah pernah terfikir oleh anda akan menerima tamparan dari saya hari ini?
Pemuda
: Tidak.
Kiyai
: Itulah yang dinamakan takdir.
Kiyai
: Terbuat dari apa tangan yang saya gunakan untuk menampar anda?
Pemuda
: Kulit.
Kiyai
: Terbuat dari apa pipi anda?
Pemuda
: Kulit.
Kiyai
: Bagaimana rasanya tamparan saya?
Pemuda
: Sakit.
Kiyai
: Walaupun syaitan dijadikan dari api dan neraka juga terbuat dari api, jika Tuhan menghendaki maka neraka akan menjadi tempat yang menyakitkan untuk syaitan.

Jumat, 03 Desember 2010

Barang Selundupan



Seorang bocah setiap hari melewati perbatasan Indonesia dan Timor Timur dengan sepedanya.

Setiap kali dia melewati perbatasan tersebut, sepertihalnya orang Timor Timur lainnya, selain diperiksa surat-suratnya, ia juga diperiksa kalau-kalau mencoba menyelundupkan sesuatu.

Setiap kali ditanya “Apa isi tas-tas kamu ?”
Karena bawaannya setiap kali cukup banyak.
Dia selalu menjawab “Buku dan kertas-kertas”

Dan sewaktu diteliti semua bawaannya, selalu tidak pula ditemukan hal-hal yang mencurigakan.
Seorang penjaga perbatasan di perbatasan tersebut tetap saja yakin bahwa bocah ini pasti menyembunyikan sesuatu.
Tentara tersebut kebetulan yang selalu shift pada saat bocah ini lewat dengan sepeda dan bawaanya yang banyak.
Tapi dia selalu tidak berhasil menemukan apapun yang bisa menjadi alasan untuk mencegah bocah ini melewati perbatasan.

Selain surat-suratnya lengkap, dia dan rekan-rekannya tidak menemukan apapun yang bisa dicurigai.
Sampai suatu hari, saat tidak bertugas, tentara ini bertemu dengan sang bocah di kota yang sedang berjalan-jalan di kota .
Dia menyetop bocah ini dan mengajaknya berbicara.

“Dengarkan,” katanya. “Saya tahu kamu menyelundupkan sesuatu ke sini. Walau saya tidak berhasil mendapatkan apa yang kamu selundupkan, saya tahu ada yang mencurigakan, dan saya bisa merasakan bahwa kamu melakukan sesuatu yang tidak beres”

Sang bocah masih mendengarkan dengan seksama.
Sang tentara melanjutkan, “Begini saja. Saya masih penasaran. Saya tahu saya benar, tapi tidak bisa membuktikan. Bagaimana kalau kita buat perjanjian. Kalau kamu katakan kepada saya apa yang kamu selundupkan, saya janji tidak akan menangkap atau mengadukan kamu”

Sang bocah terlihat berpikir sejenak.
“Sumpah pramuka!” lanjut sang tentara meyakinkan.

Si bocah lalu mengangguk.
“Bagus, sekarang katakan, apa yang kamu selundupkan?” tanya sang tentara tidak sabar.

Si bocah dengan santai menjawab “Sepeda!”

Moral cerita:


Kita banyak membuang waktu memikirkan, mencari fakta, membuat analisa, bahkan membicarakan hal-hal yang sebenarnya justru tidak berguna untuk kita.

Banyak hal yang seharusnya sebegitu mudahnya dan di depan mata pun bisa terlewatkan, hanya karena kita fokus pada hal-hal yang menurut kita seharusnya tidak semudah itu dan butuh analisa lebih jauh.
Kadang kita sendiri yang menginvestasikan waktu dan membuat sesuatu yang mudah menjadi sulit, yang sederhana menjadi rumit, bahkan yang tenang dan tidak berarti menjadi pemakan emosi dan pikiran.

Yang seharusnya mudah pun tidak bisa kita temukan jawabannya hanya karena pikiran kita telah dipenuhi dengan berbagai prasangka, persepsi, dugaan, dll.

So?
MAKE IT SIMPLE and ENJOY LIFE WITH CLEAR MIND !

Kamis, 02 Desember 2010

Lemparan Kerikil



Seorang mandor bangunan yang bekerja di gedung bertingkat, ingin menyampaikan pesan penting kepada tukang yang bekerja di lantai bawahnya. 

Mandor ini berteriak-teriak memanggil tukang bangunan di lantai bawahnya, agar ia dapat menjatuhkan catatan berisi pesan penting. Namun, karena asyiknya bekerja, tukang ini tidak mendengar panggilan sang Mandor.

Karena tidak mendengar teriakannya, akhirnya mandor ini melemparkan uang koin logam ke depan pekerja ini. Begitu melihat ada koin di hadapannya, si tukang bukannya mendongak ke atas, tetapi hanya berhenti bekerja sejenak, kemudian mengambil uang logam itu. Beberapa kali sang mandor mencoba melemparkan uang logam, tetapi tetap tidak berhasil membuat pekerja di bawahnya mau mendongak keatas, mengetahui siapa yang menjatuhkan koin tersebut.

Tiba-tiba mandor ini mendapatkan ide lain, ia kemudian mengambil sebuah batu kecil yang ada di depannya dan melemparkannya tepat mengenai pekerja yang ada dibawahnya. Karena merasa sakit terkena lemparan batu, pekerja itu mendongak ke atas mencari tahu siapa yang melemparkan batu itu. Kini barulah sang mandor dapat menyampaikan pesan penting dengan menjatuhkan catatan pesan yang ditulisnya.

Kisah yang sumbernya entah dari mana sesungguhnya merupakan cerminan dari kehidupan manusia setiap harinya. Tuhan sebagai Penguasa Kehidupan sesungguhnya setiap kali mengirimkan pesan kepada manusia dengan menjatuhkan "koin uang" melalui berbagai anugerah dan kemudahan rejeki kepada manusia. Tuhan seringkali memberikan begitu banyak berkah, rahmat dan kenikmatan setiap harinya kepada kita manusia, agar kita mau menengadahkan wajah kepada-Nya dan bersyukur atas karunia-Nya.

Sayangnya, berbagai hal itu seringkali tidak membuat kita manusia mau menengadahkan wajah kepada-Nya, tidak mau bersyukur atas rahmat-Nya. Begitu asyiknya manusia bekerja mengejar kesuksesan dan kesenangan hidup duniawi, menjadikan seringkali melupakan siapa sesungguhnya Sang Pemberi Anugerah itu.

Mari luangkan waktu sejenak dan merenungkan kembali apa yang sudah dianugerahkan Allah dalam diri kita ?. Perhatikan setiap detik begitu banyak rahmat dan berkah Allah mengalir ke dalam diri kita, seperti:
 
Ø  Kesehatan badan kita dan keluarga kita
Ø  Kecukupan sandang pangan yang sudah kita nikmati
Ø  Kehidupan yang tenang, damai dan bahagia selama ini
Ø  Memiliki dua mata sehingga mampu melihat dunia
Ø  Memiliki kedua kaki untuk menopang beban tubuh kita
Ø  Betapa istimewanya karunia kecerdasan akal dan pikiran kita
Ø  Betapa berhaganya kekuatan fisik kita yang sempurna
Ø  Dan lain sebagainya.

Apakah semua itu tidak cukup membuat kita untuk bersikap rendah hati dan senantiasa bersyukur kepada-Nya? Semua itu sesungguhnya adalah rahmat dan berkah dari Allah Swt yang tak ternilai harganya. Sudahkah hal itu menjadikan kita selalu menengadahkan wajah kepada-Nya, mengabdi kepada-Nya dan bersyukur atas rahmat-Nya? Ataukah hal itu belum menarik perhatian kita, sehingga menunggu Allah menjatuhkan "batu" kepada kita ? 

Mari kita renungkan dan pikirkan.

Rabu, 01 Desember 2010

Harta Yang Dibawa Mati




Suatu ketika malaikat El-maut pencabut nyawa mendatangi seorang pria kaya raya yang sedang dalam keadaan sekarat.

Pria tersebut si Pailul , sangat sedih karena sepanjang hidupnya ia telah bekerja keras mengumpulkan harta namun kini ia harus meninggalkan semua itu. Lalu, ia memohon agar dalam kematiannya ia dibolehkan membawa serta harta kekayaannya ke alam baka.

Malaikat El-maut mendengar permohonan itu dan menjawab,
"Maaf, sesuai aturan Pailul , anda tak diperkenankan membawa harta sekeping pun."

Pailul kembali memohon dengan sangat agar malaikat El-maut bersedia berbicara pada Tuhan kalau-kalau permohonannya dikabulkan. Tak kenal gigih, si Pailul  terus berdoa agar diperkenankan membawa serta hartanya ke alam baka.

Akhirnya malaikat El-maut meneruskan permohonan si Pailul  tersebut kepadaTuhan, dan ternyata doanya terkabulkan.

"Tuhan telah memutuskan untuk mengabulkan permohonanmu, tetapi kau hanya diperbolehkan membawa satu koper saja. Tak boleh lebih," demikian kata malaikat El-maut.

Betapa gembiranya Pailul  , lalu bergegas ia mengambil koper terbesar yang dimilikinya dan memenuhinya dengan batangan emas murni. Kemudian diletakkannya di sisi tempat tidurnya. Ia pun meninggal dengan rasa puas.

Setibanya di pintu surga, Pailul  bertemu dengan malaikat penjaga surga yang serta-merta menahannya.
"Hey, berhenti di situ. Kau tidak boleh membawa koper itu ke dalam surga !"

Lalu Pailul  menjelaskan bahwa ia telah mendapat ijin dari Tuhan dan menyilakan malaikat penjaga surga menanyakannya pada Tuhan. Malaikat penjaga surga pun menemui Tuhan untuk mengecek kebenaran cerita si Pailul.

Setelah yakin, malaikat penjaga surga kembali pada Pailul  dan berkata,
"Ternyata benar Pailul , kau hanya diijinkan membawa satu koper saja. Tapi saya harus memeriksa isi koper itu sebelum membolehkan kau masuk."

Pailul  menyerahkan kopernya, sambil berkata,
"Mohon berhati-hati, itu adalah barang paling berharga yang aku miliki".

Begitu malaikat penjaga surga membuka dan memeriksa isinya, malaikat malah tertawa terbahak-bahak,

"Ha..ha..ha..kau sebut ini berharga?
Tahukah kau Pailul , emas batangan yang kau bawa itu di akhirat sini hanya dipakai untuk pembatas jalan setapak !!!"

Pojok Renungan:
Seberapa pun banyak dan berharganya kekayaan yang anda kumpulkan di dunia ,tak dapat anda bayangkan nilainya di akhirat kelak.
Bisa jadi itu sama sekali tak berharga.

Selasa, 30 November 2010

Pengunjung Web dari Amerika Serikat


Hampir  2 bulan  keberadaan  website  keluarga besar  H. Idris  ,  saya  selalu amati  tingkat  pengunjung  web  ini  ,  ada  yang  menarik  . . . . dari  data  Visitor  By  Nation  ,  ternyata  ada   pengunjung  tetap  berbendera  negaranya  Obama  ,  yaitu   Amerika   Serikat  ,   sedangkan  dari data  fitur  Visitor  Location  yang  ada  paling  atas  web  ini  menguatkan pula   juga  nampak  2  titik  merah  pada  benua  /  negara  Amerika  Serikat   ,  sedangkan  titik  merah  lain  banyak  ada  di  Asia  dan  Indonesia .

Aniway  terimakasih  kunjungannya  pada  website  keluarga  besar  kami  ,  atau  . . . . .jangan - jangan   Aa  Bin    sedang  jalan - jalan  di  New York  dan  masuk  ke  situs  ini  he he he .

Sekali  lagi  Haturnuhun ,  Nuwun Sewu ,  Mauliate Godang . . .

Mati Kedinginan



Di sebuah perusahaan angkutan ada seorang pegawai, namanya Nick. Dia sangat rajin bekerja dan sangat bertanggung jawab. Tetapi dia mempunyai satu kekurangan, yaitu dia tidak mempunyai harapan apapun terhadap hidupnya, dia melihat dunia ini dengan pandangan tanpa harapan sama sekali.

Pada suatu hari semua karyawan bergegas untuk merayakan ulang tahun bos mereka, semuanya pergi berangkat dengan cepat sekali.

Yang paling tidak sengaja adalah, Nick terkunci di sebuah mobil pengangkut es. Nick berteriak, memukul pintu dengan keras, semua orang di kantor sudah pergi merayakan ulang tahun bosnya, maka tidak ada yang mendengarnya.

Tangannya sudah merah dan bengkak-bengkak memukul pintu mobil itu, suaranya sudah serak akibat berteriak terus, tetapi tetap tidak ada orang yang mempedulikannya, akhirnya dia duduk di dalam sambil menghelakan nafas yang panjang.

Semakin dia berpikir semakin dia merasa takut, dalam hatinya dia berpikir: dalam mobil pengangkut es suhunya pasti di bawah 0 derajat, kalau dia tidak segera keluar dari situ, pasti akan mati kedinginan. Dia terpaksa dengan tangan yang gemetar, mencari secarik kertas dan sebuah bolpen, menuliskan surat wasiatnya.

Keesokkan harinya, semua karyawan pun datang bekerja. mereka membuka pintu mobil pengangkut es tersebut, dan sangat terkejut menemukan Nick yang terbaring di dalam. Mereka segera mengantarkan Nick untuk ditolong, tetapi dia sudah tidak bernyawa lagi.
Tetapi yang paling mereka kagetkan adalah, aliran listrik untuk menghidupkan mesin pendingin itu tidak dinyalakan dan dalam mobil yang besar itu juga ada cukup oksigen untuknya. 

Yang paling mereka herankan adalah suhu dalam mobil itu hanya 28 derajat saja, tetapi Nick malah mati "kedinginan"!

Nick bukanlah mati karena suhu dalam mobil terlalu rendah, dia mati dalam titik es di dalam hatinya. Dia sudah menghakimi dirinya sebuah hukuman mati.
Bagaimana dapat hidup terus ?

Orang yang mempunyai rasa percaya diri tidak akan langsung putus asa begitu saja, dia tidak akan langsung berubah sedih terhadap keadaan hidupnya yang jalan kurang lancar.
Apakah kita sendiri sering langsung memutuskan bahwa kita tidak mampu untuk mengerjakan suatu hal, sehingga kita kehilangan banyak kesempatan untuk menjadi sukses ?

Senin, 29 November 2010

Allah SWT Selalu Bersama Kita


Ada sebuah suku pada bangsa Indian yang memiliki cara yang unik untuk mendewasakan anak laki-laki dari suku mereka. Jika seorang anak laki-laki tersebut dianggap sudah cukup umur untuk di dewasakan, maka anak laki-laki tersebut akan di bawa pergi oleh seorang pria dewasa yang bukan sanak saudaranya, dengan mata tertutup. Anak laki-laki tersebut di bawa jauh menuju hutan yang paling dalam.

Ketika hari sudah menjadi sangat gelap, tutup mata anak tersebut akan di buka, dan orang yang menghantarnya akan meninggalkannya sendirian. Ia akan dinyatakan lulus dan diterima sebagai pria dewasa dalam suku tersebut jika, ia tidak berteriak atau menangis hingga malam berlalu sampai esok pagi.

Malam begitu pekat, seorang anak kepala suku yang sedang diuji bahkan tidak dapat meilhat telapak tangannya sendiri, begitu gelap dan ia begitu ketakutan. Hutan tersebut mengeluarkan suara-suara yang begitu menyeramkan, auman serigala, bunyi dahan bergemerisik, dan ia semakin ketakutan, tetapi ia harus diam, ia tidak boleh berteriak atau menagis, ia harus berusaha agar ia lulus dalam ujian tersebut. Satu detik bagaikan berjam-jam, satu jam bagaikan bertahun-tahun, ia tidak dapat melelapkan matanya sedetikpun, keringat ketakutan mengucur deras dari tubuhnya.

Dan ketika cahaya pagi mulai tampak sedikit, ia begitu gembira, ia meilhat sekelilingnya, dan kemudian ia menjadi begitu kaget, ketika ia mengetahui bahwa ayahnya berdiri tidak jauh dibelakang dirinya, dengan posisi siap menembakan anak panah, dengan golok terselip dipinggang, menjagai anaknya sepanjang malam, jikalau ada ular atau binatang buas lainnya, maka ia dengan segera akan melepaskan anak panahnya, sebelum binatang buas itu mendekati anaknya. sambil berdoa agar anaknya tidak berteriak atau menangis.

Renungan :
Dalam mengarungi kehidupan ini, sepertinya Allah SWT " begitu kejam" melepaskan hamba - hambaNya kedalam " hutan " kehidupan yang berat ini.Kadang kala  kita  harus  merantau  demi  mencari  nafkah  atau  mencari  ilmu  ,  hingga  jauh  dari  sanak  saudara.

Terkadang kita tidak dapat melihat penyertaanNya, namun satu hal yang pasti Allah SWT selalu setia, Ia selalu menyayangi kita, dan Ia selalu berjaga-jaga dan dekat dengan kita , tentunya selama kita tetap beriman kepadaNya.


Minggu, 28 November 2010

Buah Pada " Pohon " Keberhasilan Anda



" Cepat  Djod ,  ayo  lari   Pak  Mahyudin  datang . . . "
Masih  terngiang  teriakan  Munir ,  kerabat dari  Wak Bi , saudara dari  nenek  yang  sekarang  tinggal  di  Bukit Duri  Puteran  , saat  dulu  kami  melempari  pohon  jambu  Pak Mahyudin  di  Kayumanis.

Pelajaran hidup seringkali sederhana, bahkan kita bisa berkaca pada kehidupan kanak-kanak kita sendiri.

Pernahkah, di waktu kecil dulu, kita melihat pohon mangga atau  jambu berbuah lebat di pekarangan sebelah rumah?

Biasanya kita tergerak untuk memanjat dan memetik beberapa butir untuk kita santap bersama rekan-rekan sepermainan. Atau, jika terlalu tinggi untuk dipanjat,kita kumpulkan kerikil dan ramai-ramai melempari buah-buah yang bergelantungan itu.

Ketika masih kecil kita sudah tahu, kita takkan melemparkan sebuah kerikil pun pada pohon yang tak berbuah bukan?


Jika anda kini bagaikan sebuah pohon mangga yang berbuah lebat, dengan berbagai keberhasilan hidup, maka jangan salahkan orang lain yang ingin juga mencicipinya.

Sebagian keberhasilan memang untuk dinikmati sendiri, namun sebagian yang lain adalah untuk dibagi-bagikan. Maka sebelum pohon keberhasilan anda dilempari batu oleh anak-anak sebelah rumah, ada baiknya anda menjadi tetangga yang baik, yang berkenan membagi buah-buah ranum anda sekedarnya.

Apalagi jika ternyata beberapa daun kering pohon anda ternyata turut mengotori halaman mereka.

Sabtu, 27 November 2010

Sungai Didepan Rumah

Nabi  Muhammad SAW bersabda: “Apa pendapatmu sekalian jika sebuah sungai berada di dekat rumah seseorang, dan dia mandi disana sebanyak lima kali, apakah akan tersisa kotoran di tubuhnya?” 

Kemudian mereka menjawab: “Tidak akan tersisa sedikitpun kotoran di tubuhnya”. 

Lalu Nabi bersabda: “Demikianlah perumpamaan shalat lima waktu yang dapat menghapus kesalahan-kesalahan di sisi Allah”. (HR. Lima Imam kecuali Abu Daud)
Intisari:
1. Fungsi shalat menghapus dosa & kesalahan manusia.

2. Dosa & kesalahan seperti debu jalan yang menempel pada tubuh namun tidak terasa hinggapnya.

3. Seorang mukmin yang menjaga shalat peduli akan kebersihan lahir-batin. Ia risih dgn kotoran (jiwa). Karena itu ia 'mandi' 5 kali sehari. 
Agama manakah yang mengajarkan pembersihan batin sesering ini ?

4. Shalat diibaratkan oleh Nabi Saw seperti mandi di sungai 5 kali sehari. Orang yang sehat jasmani & rohaninya senang mandi. Namun Anda tahu siapa yg takut mandi ? 
Orang gila takut mandi! Maka orang yang tidak mau shalat itu seperti...? Anda tahu maksudnya ?!

Berubah Itu Memang Sakit


 
Di negara bagian Alabama, AS, terkenal sebagai penghasil kapas terbesar di Amerika.
Kapas adalah penghasilan utama di kota tersebut.

Suatu waktu, seekor kumbang terbawa ke daerah tersebut.
Kumbang tersebut bertelur dan membuat koloni kumbang. Kumbang ini berkembang biak dan menghancurkan ladang kapas.

Hilang sudah kebanggaan dan penghasilan utama kota tersebut.
Seluruh kota kecewa, sedih dan putus asa.
Kenapa sumber utama penghasilan kota tersebut hancur.

Namun bertahun-tahun kemudian di kota dibangun sebuah tugu.
Ternyata tugu itu tugu kumbang tersebut.
Sungguh mengherankan.

Setelah ditelusuri, ternyata setelah kehancuran industri kapas, dipakai penduduk sebagai momentum untuk berubah.

Penduduk mulai bertani dan bercocok tanaman sayuran dan buah-buahan. Sehingga kota tersebut menjadi salah satu penyumbang sayuran dan buah-buahan di Amerika.

Kehidupan itu tidak datar, kadang kala diatas, kadang kala dibawah.
Siap tidak siap, kita harus menjalaninya.
Saat dibawah, kita tidak boleh putus asa.

Seperti penduduk Alabama, mereka memakai itu sebagai momentum untuk bercocok tanam sayuran dan buah.

Dan kembali, mereka menunjukkan, bahwa Alabama selalu nomor satu, walaupun komoditi yang disumbangkan sekarang adalah sayuran dan buah-buahan.
Musibah dan cobaan yang dikirim berupa kumbang , malah ternyata membawa berkah . . . .

Bagaimana dengan  ujian dan  cobaan  yang anda hadapi sekarang ?

Jumat, 26 November 2010

Kematian Seorang Pilot Kamikaze



Kenji Matsuoka adalah seorang pilot pesawat Zero Mitsubishi dan masuk team kamikaze bala tentara Jepang.

Ia sudah siap mati demi tanah airnya.

Akan tetapi perang berhenti lebih cepat daripada yang diperkirakan sehingga ia tidak mendapat kesempatan untuk mati secara mulia.
Padahal  mati  secara  terhormat  saat  membela  Negara  adalah  kebanggaan baginya , oleh karena itu ia menjadi tertekan.

Semangat hidupnya hilang sama sekali dan ia berjalan mengelilingi kota tanpa gairah dan tanpa tahu apa yang akan dibuatnya.

Pada suatu hari ia diberitahu bahwa ada seorang penjahat yang menyandera seorang wanita tua di apartemennya yang terletak pada tingkat dua suatu gedung.

Polisi takut untuk masuk ke dalam karena penjahat itu bersenjata dan dikenal berbahaya.

Kenji menerobos masuk ke dalam gedung itu dan menyuruh penjahat itu melepaskan wanita sanderanya.

Terjadilah perkelahian dengan pisau.
Kenji berhasil membunuh penjahat itu akan tetapi ia sendiri menderita luka parah.

Beberapa waktu kemudian ia meninggal di rumah sakit dengan senyum bangga di bibirnya. Keinginannya untuk mati secara berguna sudah dikabulkan.

Hanya orang-orang yang melakukan Yang Baik yang tidak mempunyai lagi rasa takut untuk mati.


Sedekah Guru TK


Saat itu ada seorang wanita guru TK yang masih lajang dan cuma bergaji 150 ribu mengadu akan kecilnya gaji yang dipunyai kepada Ustadz Yusuf Mansur, lalu ditanya :

"Emangnya pengen gaji berapa?"


"Paling enggak 3 jutaan ustadz",


Lalu kata Ustadz berkata :

" Kalo gitu gak usah terima gaji untuk dua bulan ini, kalo mau gaji 3 jutaan".


(Baca : Matematika sedekah adalah jika
sedekah 1 maka akan dibalas 10 kali).
 
Lalu setujulah wanita itu. tapi fikiran yang berkecambuk adalah ternyata kepala sekolah TK itu sendiri hanya bergaji 450 rb, so... bagaimana mungkin??


Setelah 2 bulan uang itu disedekahkan, tanpa sisa sedikitpun, lalu si wanita ini datang di bulan ke-3 kepada Ustadz Yusuf Mansur.
Dapatkah dia menerima gaji 3 juta?


Ternyata . . . . . . . . .gagal !

"Alhamdulillah ustadz, saya tidak berhasil mendapat gaji 3 juta"

"Akan tetapi saya dinikahi seorang perjaka shaleh, dan mempunyai gaji 3 juta perbulan, dan perjaka itu adalah anak kepala pemilik TK, yang  adalah pewaris tunggal TK tersebut.... "

Subhanallah. ...

Jum'at - Masjid agung Al Azhar - Jakarta

Kamis, 25 November 2010

Ngariung Bareng PERSIB - Bandung

Anda  pernah  punya  idola  dengan  kesebelasan  sepak bola ?   Pasti  pernah  . . . . . ..demikian  pula  dengan  saya   ,  dimana   kita  sering  "  berburu "  photo  bersama  dengan  bintang  sepakbola   idola  kita.

Namun  kali  ini  ceritanya  lain . . . . . .justru  bintang  sepakbola  yang  mendatangi  kami  sekeluarga   . . . .satu  kesebelasan  lagi . . . . . . .lho    kok  bisa. . . . ?

Dalam  rangka  kompetisi  Liga  Incdonesia  ,  Persib  Bandung  harus  tandang  ke  Medan  ,  melawan  kesebelasan  " halak  hita "   PSDS  Deli   Serdang  ,  nah  sejarahnya   ,  ngga  pernah  Persib  menang  lawan  PSDS  , apalagi  di  kandang   sendiri.

Dalam  rangka  mendukung  Persib  Bandung , Pengurus  Paguyuban  Wargi  Sunda  berniat  memberi  dukungan  penuh  pada  Persib  pada  pertandingan  tersebut  dengan  mengerahkan  sekitar  2000  urang  sunda  yang  " ngumbara "  di   Medan.
Dan untuk  latihannya  , Persib  punya  kendala  ternyata  panitya  menyediakan  lapangan  yang  jelek  ,  maka   dengan  inisiatif  Kang  Djodi  ,  Persib  menggunakan  lapangan  sepakbola  SD.  Harapan  III - Medan  ,  sekolahnya  Dinda  dan  Lidya  yang  memang  sangat  representatif.
Hasilnya  tidak  sia - sia  Persib  menang  2-1  atas   PSDS   Deli  Serdang ,  dan  berhak  maju  kebabak  berikut.

Sebagai  ungkapan  terima kasih  atas  dukungan  yang  diberikan  seluruh  team  berkenan  mampir  dan  makan  malam  bersama  pengurus  Paguyuban  Wargi  Sunda  - Medan
Berikut  photo - photo silaturahmi  official  dan  pemain  Persib  sambil ngariung  dan  makan  malam  dirumah  kami.

 Berphoto  bersama  seluruh  pemain  Persib Bandung  dirumah di Medan  ,   Djodi Ismanto ( paling kanan )

 Teh Irni  , istri  Kang  Asep  ,  pimpinan   official  Persib  sedang  ngobrol  dengan  Teh  Lelly   ditemani  oleh  Adinda  Najwa  Tamara

 Kebetulan  sedang  ada  pertandingan   Liga  Inggris  ,  maka  jadilah  acara  silaturahmi  tersebut  menjadi  ajang  nonton  bareng  pengurus  Paguyuban  Wargi  Sunda Medan  (  Kang Dedi , bendahara ,  baju  hitam dengan  Kang  Suwita  Fatah ,  kapten  Persib  , kaos hijau )

 Suasana  nonton  Bareng  sepakbola  di  ruang  tamu  sambil  lesehan


Memang tidak semua pemain Persib hadir terutama pemain asingnya yang langsung ngacir ke  diskotik  begitu kesebelasannya  menang di  Medan  , namun semalam semua pemain inti hadir terutama yang tulen " Urang Sunda " mulai dari Penjaga Gawang Kang Cecep Supriatna sampai sang Captain kesebelasan , Kang Suwita Fata ( paling kanan )

Wah namanya juga urang sunda ngariung , suasana " Nyunda " banget , ngga ada protokoler , semua berlangsung santai dengan celotehan ala Sunda , sampai makan malampun dengan cara lesehan ala Sunda.

Acara ini sebenarnya ronde ke 2 , karena ronde pertama sejak siang sampai sorenya team Persib diajak mencicipi durian Medan.

Siapa yang nyangka pemain Top PERSIB sedang ngariung di Perumahan Medan Johor . . . . . .

Burung Pelikan


Selama bertahun-tahun di Monterey, California merupakan surga bagi burung-burung pelikan. Sebab di kota ini ada banyak pabrik pengalengan ikan. Burung-burung pelikan menyukai kota ini karena saat para nelayan membersihkan tangkapan mereka & memisahkan yang kurang bagus maka burung-burung pelikan segera berdatangan berebut makanan mereka.
 

Di Monterey ini burung-burung pelikan hidup enak tanpa harus bekerja keras untuk mendapatkan makanannya. Seiring waktu berlalu, ikan-ikan di pantai California mulai berkurang dan satu demi satu pabrik pengalengan ikan ditutup. Itulah saatnya burung-burung pelikan mendapatkan masalah. Anda tahu ?

Burung-burung pelikan adalah pemancing alami yang hebat, mereka terbang berkelompok diatas gelombang laut, dan ketika mereka melihat ikan, mereka menyelam ke dalam air dan menyekop tangkapan mereka dengan paruhnya yang lebar.
Burung-burung pelikan yang ada di Monterey tidak pernah berburu selama bertahun-tahun, mereka telah menjadi gemuk dan malas. Kini makanan mereka telah lenyap dan mereka menderita kelaparan.

Para ahli lingkungan hidup di wilayah tsb berpikir keras untuk menemukan cara menolong burung-burung pelikan itu, dan akhirnya mereka bersepakat dengan satu solusi. Mereka mendatangkan burung-burung pelikan dari wilayah lainnya, yang telah mereka teliti setiap hari, dan mereka mencampurnya dengan burung-burung pelikan lokal.

Para pendatang baru itu segera mulai memancing makanan mereka, dan tak lama kemudian burung-burung lokal yang kelaparan bergabung dengan mereka dan mulai memancing makanan mereka sendiri lagi.

Jika anda menemukan diri anda miskin & lapar akan sukses, maka salah satu cara terbaik untuk mendapatkan apa yang anda cari adalah menempatkan diri di sekitar orang-orang sukses. Ambillah waktu bersama dengan mereka, perhatikan bagaimana mereka bekerja, pelajari bagaimana cara mereka berpikir & bertindak, secara tak terduga anda akan menjadi setara dengan orang-orang di sekitar anda.